Rabu, 20 Februari 2013

OBAT-OBAT EMERGENCY PADA ANASTESI

Bimillahirrahmanirrahim....               
           Tadi siang baru saja tentiran tentang obat-obatan emergency anastesi... bersama dr.Wiwik, Sp.An... selain itu obat-obat ini juga perlu dan penting kita persiapkan saat kita praktek nanti dimanapun itu... untuk menangani kasus-kasus yang sifatnya emergency...
Tapi syaratnya... harus tepat dalam pemakaiannya.. agar tidak terjadi sebaliknya... niatnya menolong tapi justru sebaliknya... na'udzubillah....
Obat-obat ini terdiri dari:
1. Adrenalin/ Epinefrin
Epinefrin ini merupakan hormon yang sebenarnya uda disintesis sendiri oleh tubuh yaitu oleh kelenjar suprarenalis bagian medula, akan tetapi pada keadaan2 tertentu membutuhkan epinefrin sintesis.
Kemasannya adalah ampul 1mg/cc. Adrenalin sangat berguna pada pasien dengan syok anafilaktik yang ditandai bronkospasme atau eksaserbasi asma yang hebat; dengan dosis 0,3-0,5mg =  0,3-0,5 ml adrenalin 1:1000; pada anak-anak dosisnya 0,01mg/kgBB. Di evaluasi tiap 5 menit, pemberian epinefrin dapat diulangi 3 kali. Kemudian jika sudah diulang 3 kali tapi tidak ada respon/ asistole maka lihat pupil, jika sudah dilatasi maksimal maka usaha dihentikan. Tapi jika miosis maka lanjutkan dengan VTP dan RJP, jika sudah muncul tensi tapi masih rendah maka dapat dilanjutkan dengan obat-obatan inotropik lain.
2. Efedrin
Kemasannya adalah ampul 50mg/cc, digunakan dalam bentuk larutan 1%. Fungsinya adalah untuk meningkatkan tensi pada hipotensi yang tidak disebabkan oleh karena kekurangan volume intravaskuler.
3. Sulfas Atropin.
Kemasannya adalah 0,25 mg/cc. Digunakan untuk bradikardi yanv disebabkan oleh karena stimulas vagal, misalnya pada rangsang omentum, operasi urogenital.
4. Aminofilin
Obat-obatan anastesi seperti Pentotal, pRopofol, muscle relaksan, dapat menginduksi asma attack. Hal ini yang paling ditakutkan pada tindakan anastesi, karena pada asma attack yang terganggu adalah fase ekspirasinya, sedangkan pada intubasi yang dibantu adalah inspirasinya sedangkan untuk ekspirasi menggunakan spontanitas dari pasien. Sehingga aminofilin sangat dibutuhkan pada keadaan ini.
5. Antihistamin
6. Steroid
7. Furosemid
Pada tindakan anastesi furosemid sangat dibutuhkan pada keadaan dimana pasien banyak sekali kehilangan darah dan darah belum tersedia, sehingga kita menggantinya dengan menggunakan cairan dahulu, kemudian pada saat darah sudah tersedia maka kita mencegah terjadinya overload cairan yang sudah masuk tadi dengan menggunakan furosemid dengan dosis 5mg/kgbb.
8. Diazepam/ Midazolam
9. Natrium Bicarbonat, digunakan pada saat pasien dengan asidosis metabolik' yang harus diperhatikan pada injeksi natrium bicarbonat adalah aliran darahnya lancar, karena jika terjadi ekstravasasi maka akan menyebabkan nekrosis jaringan. Hati-hati juga pemberian natrium bicarbonat karena akan menarik kalium dari dalam vaskuler yang akan menyebabkan hipokalemia.
10. Antispasmodic
Sangat berguna pasien dengan kolik, baik kolik karena urolitiasis, kolelitiasis, dsb.

bersambung... insyaAllah...^_^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar